Keutamaan Mencium atau Mengusap Hajar Aswad: Sunnah yang Dicontohkan Rasulullah ﷺ

Kategori : Keutamaan, Fatwa, Hadits, Ditulis pada : 15 Juli 2026, 10:29:32

Cara Rasulullah Meletakkan Hajar Aswad Padamkan Pertikaian Kabilah Arab

 

Hajar Aswad merupakan batu mulia yang berada di salah satu sudut Ka'bah dan menjadi tempat dimulainya serta diakhirinya setiap putaran thawaf. Mencium atau mengusap Hajar Aswad bukanlah bentuk pengagungan terhadap batu tersebut, melainkan bentuk ketaatan kepada Allah dengan mengikuti sunnah Rasulullah ﷺ. Apabila kondisi sangat padat, jamaah cukup memberi isyarat dengan tangan dari kejauhan tanpa harus memaksakan diri.

Rasulullah ﷺ mencontohkan umatnya untuk mencium Hajar Aswad ketika memulai thawaf. Dari Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu, beliau berkata:

إِنِّي لَأَعْلَمُ أَنَّكَ حَجَرٌ لَا تَضُرُّ وَلَا تَنْفَعُ، وَلَوْلَا أَنِّي رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ يُقَبِّلُكَ مَا قَبَّلْتُكَ

"Sesungguhnya aku mengetahui bahwa engkau hanyalah sebuah batu yang tidak dapat memberi manfaat maupun mudarat. Seandainya aku tidak melihat Rasulullah ﷺ menciummu, niscaya aku tidak akan menciummu."
(HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menegaskan bahwa mencium Hajar Aswad dilakukan semata-mata karena mengikuti sunnah Rasulullah ﷺ, bukan karena meyakini batu tersebut memiliki kekuatan tertentu.

Keutamaan Hajar Aswad juga disebutkan dalam hadis Rasulullah ﷺ:

نَزَلَ الْحَجَرُ الْأَسْوَدُ مِنَ الْجَنَّةِ، وَهُوَ أَشَدُّ بَيَاضًا مِنَ اللَّبَنِ، فَسَوَّدَتْهُ خَطَايَا بَنِي آدَمَ

"Hajar Aswad diturunkan dari surga. Dahulu warnanya lebih putih daripada susu, kemudian dosa-dosa anak Adam menjadikannya hitam."
(HR. At-Tirmidzi, dinilai hasan sahih)

Meski memiliki keutamaan, Islam mengajarkan agar tidak menyakiti sesama jamaah demi mencapai Hajar Aswad. Jika keadaan sangat padat, cukup mengangkat tangan ke arahnya sambil mengucapkan بِسْمِ اللَّهِ وَاللَّهُ أَكْبَرُ (Bismillāhi wallāhu Akbar). Mengutamakan keselamatan, menjaga adab, dan menghormati jamaah lain merupakan bagian dari akhlak mulia dalam beribadah.

Semoga Allah ﷻ memberikan kesempatan kepada kita untuk menunaikan ibadah haji dan umroh, mengikuti setiap sunnah Rasulullah ﷺ dengan penuh keikhlasan, serta menerima seluruh amal ibadah kita. اللَّهُمَّ ارْزُقْنَا حَجًّا مَبْرُورًا وَعُمْرَةً مَقْبُولَةً وَذَنْبًا مَغْفُورًا. Aamiin.

Cari Blog

10 Blog Terbaru

10 Blog Terpopuler

Kategori Blog

Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id