Jarang Diketahui, Inilah Kisah Mushaf Al-Qur'an Pertama Produksi Arab Saudi

Al-Qur'an merupakan pedoman hidup umat Islam yang senantiasa dijaga keasliannya oleh Allah SWT. Di balik jutaan mushaf yang kini tersebar di seluruh dunia, ternyata terdapat sebuah kisah bersejarah yang menjadi tonggak penting dalam pelayanan terhadap Kitabullah, yaitu lahirnya mushaf Al-Qur'an pertama yang diproduksi oleh Kerajaan Arab Saudi pada tahun 1950.
Dokumen sejarah yang dipublikasikan oleh Yayasan Raja Abdulaziz mengungkap bahwa pencetakan mushaf tersebut bukan sekadar proyek percetakan biasa. Lebih dari itu, langkah ini menjadi bukti nyata kesungguhan pemerintah Arab Saudi dalam menjaga, menyebarkan, dan memuliakan Al-Qur'an sebagai pedoman umat Islam sejak awal berdirinya kerajaan.
Sejak penyatuan Kerajaan Arab Saudi, Raja Abdulaziz bin Abdulrahman Al Saud memberikan perhatian besar terhadap Al-Qur'an. Beliau menjadikan Al-Qur'an sebagai dasar pendidikan, pedoman kehidupan masyarakat, serta mendukung berbagai kegiatan tahfiz dan pembelajaran Al-Qur'an di seluruh negeri. Dari sinilah muncul gagasan besar untuk menghadirkan mushaf Al-Qur'an yang dicetak langsung di Kota Makkah.
Proses penyusunannya dilakukan dengan sangat teliti. Sebuah komite yang terdiri dari para ulama dan pakar qira'at dibentuk untuk memeriksa setiap halaman mushaf agar tidak terdapat sedikit pun kesalahan. Naskah utama ditulis oleh kaligrafer ternama, Syekh Muhammad Thahir Al-Kurdi, yang dikenal sebagai salah satu penulis mushaf terbaik pada masanya. Setelah melalui proses pemeriksaan yang ketat, mushaf tersebut diserahkan kepada Raja Faisal bin Abdulaziz yang saat itu menjabat sebagai Deputi Raja di Hijaz. Beliau kemudian memerintahkan agar mushaf tersebut segera dicetak.
Pada tahun 1369 Hijriah atau 1950 Masehi, lahirlah edisi pertama mushaf Al-Qur'an produksi Arab Saudi. Salinan pertamanya dipersembahkan kepada Raja Abdulaziz, sementara salinan lainnya diberikan kepada para ulama dan tokoh penting kerajaan. Sejak saat itu, mushaf tersebut menjadi awal dari pelayanan besar Arab Saudi terhadap Al-Qur'an yang kemudian berkembang hingga jutaan eksemplar dibagikan kepada jamaah haji dan umat Islam dari berbagai penjuru dunia.
Hingga kini, pencetakan mushaf terus berkembang melalui berbagai lembaga resmi sehingga Al-Qur'an dapat dinikmati oleh umat Islam dalam berbagai bahasa, ukuran, dan media tanpa mengurangi keaslian isi wahyu Allah SWT.
Allah SWT berfirman:
إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ
"Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al-Qur'an, dan sesungguhnya Kami benar-benar menjaganya."
(QS. Al-Hijr: 9)
Rasulullah ﷺ juga bersabda:
خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ
"Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur'an dan mengajarkannya."
(HR. Bukhari)
Kisah lahirnya mushaf Al-Qur'an pertama produksi Arab Saudi menjadi pengingat bahwa menjaga kemurnian Al-Qur'an bukan hanya tugas para ulama, tetapi juga tanggung jawab seluruh umat Islam. Membaca, menghafal, mengamalkan, serta mengajarkannya merupakan bentuk kecintaan kepada kalam Allah yang akan terus mengalirkan pahala hingga akhir hayat.
Semoga Allah SWT menjadikan kita termasuk golongan Ahlul Qur'an, yaitu orang-orang yang senantiasa dekat dengan Al-Qur'an, mengamalkan isinya, dan mendapatkan kemuliaan di dunia maupun di akhirat. Aamiin.
