Puncak Haji 1447 H, Pemerintah Siapkan Jutaan Makanan Siap Saji untuk Jamaah Armuzna

Menjelang pelaksanaan puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), pemerintah memperkuat kesiapan logistik konsumsi bagi jamaah haji Indonesia. Untuk mendukung kelancaran ibadah di fase paling padat tersebut, disiapkan lebih dari 3 juta paket makanan siap santap (Ready To Eat/RTE).
Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Kemenhaj RI, Jaenal Effendi, menyampaikan bahwa total paket makanan yang dipersiapkan mencapai sekitar 3.082.200 paket dan dibagi dalam dua skema distribusi utama.
Sebanyak 1,8 juta lebih paket dialokasikan khusus untuk kebutuhan jamaah selama fase utama Armuzna pada 8–12 Zulhijjah. Sementara lebih dari 1,2 juta paket lainnya disiapkan untuk distribusi tambahan pada 7, 8, dan 13 Zulhijjah guna memastikan kebutuhan konsumsi jamaah tetap terpenuhi.
Pengadaan makanan dilakukan melalui kolaborasi antara perusahaan penyedia di Arab Saudi dengan industri makanan asal Indonesia. Langkah ini juga menjadi antisipasi pemerintah terhadap tantangan rantai pasok global serta kenaikan harga bahan pangan dunia.
Menu yang disiapkan dibuat menyesuaikan cita rasa jamaah Indonesia, seperti rendang daging, kare ayam, semur ayam, gulai ayam, nasi basmati, hingga nasi uduk. Seluruh makanan dikemas praktis dan dapat langsung dikonsumsi tanpa perlu dipanaskan.
Pemerintah memastikan seluruh paket makanan telah melewati uji laboratorium dan aman dikonsumsi dengan daya tahan simpan hingga 18 bulan.
Program makanan siap santap ini diharapkan membantu jamaah tetap nyaman, menjaga stamina, dan lebih fokus beribadah selama menjalani fase Armuzna yang dikenal padat dan menguras tenaga.
