Wajib Tahu Sebelum Berangkat! Ini Urutan Lengkap Ibadah Haji dari Miqat hingga Tawaf Wada

Menjalankan ibadah haji bukan hanya soal datang ke Tanah Suci, tetapi juga tentang memahami setiap rangkaian manasik dengan benar. Ibadah ini memiliki tahapan yang tertib dan saling berkaitan, sehingga setiap jemaah perlu mengetahui mana yang termasuk rukun, mana yang wajib, dan amalan apa saja yang menyertainya.
Sesuai panduan manasik resmi, pelaksanaan haji dimulai dari niat ihram hingga ditutup dengan tawaf wada. Setiap tahapan memiliki ketentuan, hikmah, dan doa yang dapat diamalkan oleh jemaah selama menjalankan ibadah.
Rukun dan Wajib Haji
Dalam ibadah haji, rukun adalah amalan pokok yang tidak boleh ditinggalkan karena menentukan sahnya haji. Sedangkan wajib haji harus dikerjakan, namun jika tertinggal maka harus diganti dengan dam.
Rukun haji meliputi:
-
Niat ihram
-
Wukuf di Arafah
-
Tawaf ifadah
-
Sai
-
Tahallul
-
Tertib
Wajib haji antara lain:
-
Ihram dari miqat
-
Melontar jumrah
Sementara amalan seperti mabit di Muzdalifah, mabit di Mina, dan tawaf wada termasuk bagian penting dalam rangkaian haji yang pembahasannya juga dikenal dalam kajian fikih.
1. Ihram di Miqat
Ihram adalah niat untuk masuk ke dalam ibadah haji atau umrah, yang sekaligus mengharamkan sejumlah perbuatan tertentu selama masa ihram berlangsung.
Secara lahiriah, ihram ditandai dengan pakaian khusus. Jemaah laki-laki memakai dua helai kain ihram, sedangkan jemaah perempuan mengenakan pakaian yang menutup seluruh tubuh kecuali wajah dan kedua telapak tangan.
Miqat sendiri terbagi menjadi dua, yaitu:
-
Miqat zamani, yaitu batas waktu pelaksanaan haji
-
Miqat makani, yaitu batas tempat memulai ihram
Sunnah sebelum ihram:
-
Mandi
-
Memakai wangi-wangian pada tubuh
-
Memotong kuku, merapikan jenggot, mencukur rambut ketiak dan rambut kemaluan
-
Memakai kain ihram
-
Salat sunnah ihram 2 rakaat
Larangan saat ihram:
-
Memakai wangi-wangian, kecuali yang sudah dipakai sebelum niat haji
-
Memotong kuku dan mencukur atau mencabut rambut
-
Memburu atau membunuh binatang, kecuali yang membahayakan
-
Memakan hasil buruan
-
Memotong tanaman atau mencabut rumput
-
Menikah, menikahkan, atau meminang
-
Bersetubuh, bercumbu, mencium, merayu, dan hal-hal yang menimbulkan syahwat
-
Mencaci dan bertengkar
-
Berbuat maksiat atau kejahatan
-
Memakai pakaian yang dicelup dengan pewangi
Setelah berihram, jemaah dianjurkan memperbanyak talbiyah.
Bacaan talbiyah:
لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ لَبَّيْكَ لَا شَرِيكَ لَكَ لَبَّيْكَ إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لَا شَرِيكَ لَكَ
Artinya:
"Aku datang memenuhi panggilan-Mu Ya Allah, aku datang memenuhi panggilan-Mu, aku datang memenuhi panggilan-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu, aku datang memenuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji, kemuliaan dan segenap kekuasaan adalah milik-Mu. Tidak ada sekutu bagi-Mu."
2. Wukuf di Arafah
Wukuf berarti berhenti atau berdiam diri di Arafah dalam keadaan ihram pada waktu yang telah ditentukan, yaitu sejak tergelincir matahari pada 9 Zulhijah hingga terbit fajar 10 Zulhijah.
Wukuf adalah rukun paling utama dalam haji dan tidak dapat diganti dengan dam. Karena itu, momen ini menjadi inti dari perjalanan haji. Selama berada di Arafah, jemaah dianjurkan memperbanyak zikir, istighfar, salawat, dan doa.
Doa ketika memasuki Arafah:
اللَّهُمَّ إِلَيْكَ تَوَجَّهْتُ، وَبِكَ اعْتَصَمْتُ، وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ. اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِمَّنْ تُبَاهِي بِهِ الْيَوْمَ مَلَائِكَتَكَ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ.
Artinya:
"Ya Allah, hanya kepada-Mu aku menghadap, hanya dengan-Mu aku berpegang teguh dan kepada-Mu aku berserah diri. Ya Allah, jadikanlah aku di antara orang yang hari ini Engkau banggakan di hadapan Malaikat-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu."
Doa ketika melihat Jabal Rahmah:
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي وَتُبْ عَلَيَّ وَأَعْطِنِي سُؤْلِي وَوَجَّهُ لِيَ الْخَيْرَ أَيْنَمَا تَوَجَّهْتُ. سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللهُ أَكْبَرُ
Artinya:
"Ya Allah, ampunilah aku, terimalah taubatku, penuhilah segala permintaanku dan hadapkanlah kebaikan kepadaku di mana pun aku menghadap. Maha Suci Allah, segala puji hanya bagi Allah dan tidak ada Tuhan selain Allah dan Allah Maha Agung."
3. Mabit di Muzdalifah
Setelah wukuf, jemaah menuju Muzdalifah untuk bermalam atau singgah beristirahat. Mabit di Muzdalifah hukumnya wajib. Kehadiran di sana hingga melewati tengah malam sudah dianggap sah, walaupun hanya sebentar.
Di tempat ini, jemaah dianjurkan memperbanyak talbiyah, zikir, istighfar, doa, dan membaca Al-Qur’an.
Doa ketika sampai di Muzdalifah:
اللَّهُمَّ إِنَّ هَذِهِ مُزْدَلِفَةُ جُمِعَتْ فِيْهَا أَلْسِنَةٌ مُخْتَلِفَةٌ تَسْأَلُكَ حَوَائِجَ مُؤتنفه فَاجْعَلْنِي مِمَّنْ دَعَاكَ فَاسْتَجَبْتَ لَهُ وَتَوَكَّلَ عَلَيْكَ فَكَفَيْتَهُ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ . اللَّهُمَّ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْأُخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Artinya:
"Ya Allah, sesungguhnya ini Muzdalifah telah berkumpul bermacam-macam bahasa yang memohon kepada-Mu keperluan yang beraneka ragam, maka masukkanlah aku ke dalam golongan orang yang memohon kepada-Mu, lalu Engkau penuhi permintaannya, yang berserah diri pada-Mu, lalu Engkau lindungi dia, wahai Tuhan Yang Maha Pengasih. Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan lindungilah kami dari azab neraka."
4. Melontar Jumrah
Melontar jumrah adalah melempar kerikil ke arah jumrah sughra, wustha, dan kubra sesuai tata cara yang ditentukan. Amalan ini dilakukan pada hari Nahar dan hari Tasyrik.
Hukumnya wajib. Jika tidak dilakukan, maka jemaah dikenakan dam.
Tata cara melontar jumrah:
-
Kerikil harus mengenai marma dan masuk ke area yang ditentukan
-
Setiap jumrah dilempar dengan tujuh kerikil
-
Satu lemparan menggunakan satu kerikil
-
Urutan jumrah dilakukan dengan benar
Bacaan saat melontar:
بِسْمِ اللهِ اللهُ أَكْبَرُ
Artinya:
"Dengan Nama Allah, Allah Maha Besar."
Atau membaca doa berikut:
اللهُ أَكْبَرُ عَلَى طَاعَةِ الرَّحْمَنِ، وَرَغَمِ الشَّيْطَانِ اللهم تَصْدِيقاً بِكِتَابِكَ وَاتَّبَاعاً لِسُنَّةِ نَبِيِّكَ اللَّهُمَّ اجْعَلْهُ حَبًّا مَبْرُورًا وَذَنْبًا مَغْفُورًا وَعَمَلاً مَشْكُورًا
Artinya:
"Allah Maha Besar atas ketaatan kepada Allah Yang Maha Pengasih, dan kutukan bagi setan, ya Allah, dengan membenarkan kitab-kitab-Mu dan mengikuti sunnah Nabi-Mu. Jadikanlah ibadah haji ini haji yang mabrur, dosa-dosa terampuni, dan amalan yang diterima."
5. Tahallul Awwal
Tahallul dilakukan dengan mencukur atau memotong rambut setelah rangkaian tertentu dalam ibadah haji. Bagi sebagian ulama, tahallul termasuk rukun, sedangkan menurut pendapat lain termasuk wajib.
Biasanya tahallul awal dilakukan pada 10 Zulhijah setelah melontar jumrah kubra. Dengan tahallul awal, sebagian larangan ihram mulai gugur.
Doa ketika tahallul:
الْحَمْدُ اللَّهِ عَلَى مَا هَدَانَا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى مَا أَنْعَمَنَا بِهِ عَلَيْنَا. اللَّهُمَّ هَذِهِ نَاصِيَتِي فَتَقَبَّلْ مِنِّي وَاغْفِرْ ذُنُوبِي اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُحَلِّقِينَ وَلِلْمُقَصِّرِينَ. يَا وَاسِعَ الْمَغْفِرَةِ. اللهُمَّ اثْبُتْ لِي بِكُلِّ شَعْرَةٍ حَسَنَةً وَامْحُ عَنِّي بِهَا سَيِّئَةً وَارْفَعْ لِي بِهَا عِنْدَكَ دَرَجَةً
Artinya:
"Segala puji bagi Allah yang telah memberi petunjuk kepada kami dan segala puji bagi Allah atas segala yang telah Allah karuniakan kepada kami. Ya Allah, ini ubun-ubunku, terimalah amal ibadahku dan ampunilah dosa-dosaku. Ya Allah ampunilah dan sayangilah orang-orang yang mencukur dan memendekkan rambutnya, wahai Tuhan yang Maha Luas ampunan-Nya. Ya Allah tetapkanlah untukku setiap helai rambut kebajikan dan hapuskan untukku setiap helai rambut keburukan dan tinggikan derajatku di sisi-Mu."
Doa setelah tahallul:
الْحَمْدُ للهِ الَّذِي قَضَى عَنَّا نُسُؤْكَنَا اللَّهُمَّ زِدْنَا إِيْمَانًا وَيَقِيْنَا وَتَوْفِيقًا وَعَوْنًا، وَاغْفِرْ لَنَا وَلِأَبَائِنَا وَأُمَّهَاتِنَا وَالْمُسْلِمِينَ أَجْمَعِينَ
Artinya:
"Segala puji bagi Allah yang telah menyelesaikan manasik kami, Ya Allah tambahkanlah kepada kami iman, keyakinan, bimbingan dan pertolongan dan ampunilah kami, kedua orang tua kami dan seluruh kaum muslimin."
6. Tawaf Ifadah
Tawaf ifadah adalah mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali putaran dengan posisi Ka’bah di sebelah kiri. Tawaf dimulai dari Hajar Aswad dan berakhir di titik yang sama.
Amalan ini termasuk rukun haji sehingga wajib dikerjakan.
Doa saat memulai tawaf:
بسم الله والله أكبر، اللهم إيمانًا بِكَ وتَصْدِيقًا بِكِتَابِكَ، ووَفَاءَ بِعَهْدِكَ، واتَّبَاعًا لسُنَّةِ نَبِيِّكَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صلى الله عليه وسلم
Artinya:
"Dengan menyebut nama Allah, dan Allah Maha Besar. Ya Allah, aku beribadah atas dasar iman kepada-Mu, membenarkan Kitab-Mu (Al-Qur'an), menepati janji kepada-Mu, dan karena mengikuti Sunnah Nabi-Mu, junjungan kami Muhammad SAW."
7. Sai
Sai adalah berjalan dari Shafa ke Marwah dan sebaliknya sebanyak tujuh kali, dimulai dari Shafa dan diakhiri di Marwah.
Sai merupakan salah satu rukun haji yang wajib ditunaikan.
Doa ketika hendak memulai sai di Bukit Shafa:
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ وَرَسُوْلُهُ إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللهِ، فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ أَوِاعْتَمَرَ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِ أَنْ يَطَّوَّفَ بِهِمَا، وَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَإِنَّ اللَّهَ شَاكِرٌ عَلِيمٌ. أَبْدَأُ بِمَا بَدَأَ اللَّهُ بِهِ وَرَسُوْلُهُ.
Artinya:
"Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Sesungguhnya Shafa dan Marwah merupakan sebagian syiar (agama) Allah. Maka barang siapa beribadah haji ke Baitullah atau berumrah, tidak ada dosa baginya mengerjakan sai antara keduanya. Dan barang siapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan maka Allah Maha Mensyukuri, Maha Mengetahui. Aku memulai sai dengan apa yang Allah dan Rasul-Nya memulai."
8. Tahallul Tsani
Tahallul tsani adalah keadaan ketika jemaah telah menyelesaikan rangkaian utama, seperti melontar jumrah aqabah, memotong atau mencukur rambut, tawaf ifadah, dan sai.
Pada tahap ini, seluruh larangan ihram telah berakhir, termasuk larangan berhubungan suami istri.
9. Mabit di Mina
Mabit di Mina dilakukan pada malam-malam hari Tasyrik. Bagi nafar awal, mabit dilakukan sampai malam 12 Zulhijah. Bagi nafar tsani, sampai malam 13 Zulhijah.
Hukum mabit di Mina adalah wajib.
Doa ketika sampai di Mina:
اللَّهُمَّ هَذِهِ مِنَى فَامْنُنْ عَلَيَّ بِمَا مَنَنْتَ بِهِ عَلَى أَوْلِيَائِكَ وَأَهْلِ طَاعَتِكَ
Artinya:
"Ya Allah, tempat ini adalah Mina, anugerahilah aku apa yang Engkau telah anugerahkan kepada orang-orang yang dekat dan taat kepada-Mu."
Bacaan takbir yang dianjurkan:
اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا وَالْحَمْدُ للهِ كَثِيراً وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ
Artinya:
"Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, dan semua pujian bagi Allah Yang Maha Besar, Maha Suci Allah pada waktu siang dan malam. Tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Satu, tiada sekutu bagi-Nya dengan memurnikan ibadah semata kepada-Nya, sekalipun orang-orang kafir benci. Tiada Tuhan selain Allah dengan keesaan-Nya, Tuhan yang menepati janji-Nya, menolong hamba-Nya dan mengalahkan sendiri musuh-musuhnya, tiada Tuhan kecuali Allah dan Allah Maha Besar."
10. Tawaf Wada
Tawaf wada adalah tawaf perpisahan sebelum meninggalkan Makkah. Amalan ini menjadi penghormatan terakhir kepada Baitullah sebelum kembali ke tanah air.
Doa ketika tawaf wada:
بِسْمِ اللهِ اللهُ أَكْبَرُ سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إلا الله وَاللهُ أَكْبَرُ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ وَالصَّلاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى رَسُوْلِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اللَّهُمَّ إِيْمَانًا بِكَ وَتَصْدِيقًا بِكِتَابِكَ وَاتَّبَاعًا لِسُنَّةِ نَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ۚ إِنَّ الَّذِي فَرَضَ عَلَيْكَ الْقُرْآنَ لَرَادُّكَ إِلَى مَعَادٍ. يَا مُعِيْدُ أَعِدْنِي يَا سَمِيْعُ أَسْمِعْنِي يَا جَبَّارُ اجْبُرْنِي يَا سَتَارُ اسْتُرْنِي يَا رَحْمَنُ ارْحَمْنِي يَا رَدَّادُ ارْدُدْنِي إِلَى بَيْتِكَ هُذَا وَارْزُقْنِيَ العَوْدَ ثُمَّ العَوْدَ كَرَاتٍ بَعْدَ مَرَّاتٍ تَائِبُونَ عَابِدُونَ سَائِحُوْنَ لِرَبِّنَا حَامِدُوْنَ. صَدَقَ اللهُ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ اللَّهُمَّ احْفَظْنِي عَنْ يَمِينِي وَعَنْ يَسَارِي وَمِنْ قُدَّامِي وَمِنْ وَرَاءِ ظَهْرِي وَمِنْ فَوْقِي وَمِنْ تَحْتِي حَتَّى تُوَصِّلَنِي إِلَى أَهْلِي وَبَلَدِي اللَّهُمَّ هَوَنْ عَلَيْنَا السَّفَرَ وَأَطْوِ لَنَا الأَرْضَ، اللهم أَنْتَ الصَّاحِبُ فِي السَّفَرِ وَالْخَلِيفَةُ فِي الْأَهْلِ اللَّهُمَّ أَصْحِبْنَا فِي سَفَرِنَا فَاخْلُفْنَا فِي أَهْلِنَا ، يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ وَيَا رَبَّ الْعَالَمِينَ.
Artinya:
"Dengan nama Allah, Allah Maha Besar, Maha Suci Allah dan segala puji hanya kepada Allah, tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Besar, tiada daya dan tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar. Sholawat dan salam bagi junjungan Rasulullah SAW. Ya Allah, aku datang kemari karena iman kepada-Mu, membenarkan kitab-Mu, memenuhi janji-Mu dan karena mengikuti sunnah Nabi-Mu Muhammad SAW. Sesungguhnya Allah yang mewajibkan Al-Qur'an akan mengembalikanmu ke tempat kembali. Wahai Tuhan Yang Maha Kuasa mengembalikan, kembalikan aku ke tempatku. Wahai Tuhan Yang Maha Mendengar, kabulkanlah permohonanku. Wahai Tuhan Yang Maha Memperbaiki, perbaikilah aku. Wahai Tuhan Yang Maha Pelindung, tutuplah aibku. Wahai Tuhan Yang Maha Kasih Sayang, sayangilah aku. Wahai Tuhan Yang Kuasa Mengembalikan, kembalikan aku ke Ka'bah ini dan berilah aku rezeki untuk kembali lagi berkali-kali dalam keadaan bertaubat, beribadah, dan memuji. Maha benar Allah dengan janji-Nya, menolong hamba-Nya, dan menghancurkan sendiri musuh-musuh-Nya. Ya Allah, peliharalah aku dari kanan, kiri, depan, belakang, atas, dan bawah sampai Engkau mengembalikan aku kepada keluarga dan tanah airku. Ya Allah, permudahkanlah perjalanan kami, lipatkanlah bumi untuk kami. Ya Allah, Engkau Pengiring dalam perjalanan dan Penjaga bagi keluarga yang ditinggal."
Memahami urutan ibadah haji secara lengkap akan membantu jemaah menjalankan manasik dengan lebih tenang, tertib, dan sesuai tuntunan. Karena itu, sebelum berangkat ke Tanah Suci, penting bagi setiap calon jemaah untuk mempelajari setiap tahapan haji agar ibadah yang dilakukan semakin mantap dan penuh kekhusyukan.
Kalau Anda mau, saya bisa lanjut buatkan versi carousel IG max 4 slide dengan judul lebih viral lagi, caption, dan hashtag siap posting.
