Presiden Indonesia Prabowo Dorong Haji Tanpa Antrean, Ini Langkah Pemerintah

Pemerintah melalui Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, tengah mengkaji kemungkinan penerapan sistem ibadah haji tanpa antrean panjang.
Gagasan ini muncul dari arahan Presiden RI, Prabowo Subianto, yang menginginkan agar jemaah Indonesia di masa depan tidak lagi harus menunggu hingga puluhan tahun untuk berangkat ke Tanah Suci.
Dahnil menjelaskan, panjangnya antrean saat ini disebabkan oleh jumlah pendaftar yang terus meningkat setiap tahunnya. Semakin banyak calon jemaah, maka semakin panjang pula waktu tunggu keberangkatan.
Sebagai solusi, pemerintah sedang mempertimbangkan model baru, yaitu sistem pemesanan langsung berdasarkan kuota haji yang diberikan oleh Arab Saudi. Dengan skema ini, jemaah dapat langsung mendapatkan kesempatan berangkat tanpa harus masuk daftar tunggu panjang.
Meski begitu, pemerintah tetap memprioritaskan perlindungan bagi jutaan jemaah yang sudah lebih dulu mengantre. Saat ini, tercatat sekitar 5,7 juta orang masih berada dalam daftar tunggu haji.
Dahnil menegaskan bahwa rencana ini masih dalam tahap pembahasan dan belum menjadi keputusan final. Berbagai aspek masih terus dikaji agar kebijakan yang diambil tetap adil bagi semua pihak.
Sebagai gambaran, masa tunggu haji di Indonesia saat ini bisa mencapai sekitar 26 tahun untuk haji reguler dan sekitar 6 tahun untuk haji khusus.
