Arab Saudi Tetapkan Deadline Visa Umrah 1447 H

Pemerintah Arab Saudi melalui Kementerian Haji dan Umrah menetapkan bahwa penerbitan visa umrah untuk musim tahun ini hanya berlaku hingga 1 Syawal 1447 H.
Selain itu, jemaah umrah masih diperbolehkan memasuki wilayah Arab Saudi paling lambat pada 15 Syawal. Setelah tanggal tersebut, tidak ada lagi kedatangan jemaah umrah yang diizinkan.
Adapun masa tinggal jemaah dibatasi hingga 1 Dzulqa’dah 1447 H. Seluruh jemaah diwajibkan sudah keluar dari wilayah Kerajaan sebelum batas waktu tersebut sebagai bagian dari persiapan menghadapi musim haji.
Ketentuan ini disampaikan dalam pertemuan rutin ke-17 antara Kementerian Haji dan Umrah dengan para penyelenggara umrah di Arab Saudi yang berlangsung secara virtual pada pertengahan Maret 2026.
Dalam forum tersebut, pemerintah kembali menegaskan pentingnya kepatuhan terhadap seluruh regulasi menjelang penyelenggaraan ibadah haji. Ditekankan bahwa pelaksanaan haji hanya dapat dilakukan menggunakan visa haji resmi, dan tidak diperkenankan menggunakan visa umrah.
Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi, Dr. Tawfiq Al-Rabiah, turut menyampaikan apresiasi kepada para penyelenggara atas kontribusi mereka dalam melayani jemaah, khususnya selama bulan Ramadan.
Ia juga menyoroti peran aktif penyelenggara dalam membantu jemaah yang sempat mengalami kendala perjalanan, termasuk dalam proses pemulangan ke negara asal.
Lebih lanjut, pemerintah menekankan pentingnya pengaturan kedatangan jemaah secara bertahap di bandara, serta kewajiban pembaruan data perjalanan melalui platform digital Nusuk Masar guna memastikan kelancaran operasional.
Dalam kesempatan yang sama, para penyelenggara juga diajak untuk berpartisipasi dalam Umrah and Visit Forum 2026 yang akan datang, sebagai wadah memperkuat kolaborasi dan meningkatkan kualitas layanan umrah.
Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah Arab Saudi dalam meningkatkan koordinasi dengan mitra penyelenggara, sekaligus memastikan pelayanan optimal bagi jemaah sejalan dengan target Visi Saudi 2030.
